IT INVENTORY SOLUTION

SOLUSI IT INVENTORY

TANPA REINVESTASI

Permasalahan IT Inventory umumnya karena sistem hanya dijadikan sebagai persyaratan Kawasan Berikat, sehingga implementasinya tidak didasarkan pada kesesuaian dengan proses bisnis dan sistem operasional perusahaan. Akibatnya, sistem yang telah dibangun atau dibeli tidak dapat digunakan secara optimal, berjalan terpisah, atau tidak digunakan karena perusahaan telah memiliki ERP atau sistem internal yang digunakan dalam kegiatan operasional.

Perusahaan telah mengeluarkan biaya untuk pengadaan dan implementasi IT Inventory, namun sistem yang dibangun atau dibeli belum dapat digunakan secara optimal. Bahkan, ada perusahaan yang kembali membeli sistem baru karena IT Inventory yang digunakan dinilai belum memenuhi kebutuhan pengendalian Kawasan Berikat, namun kembali menghadapi permasalahan yang sama karena sistem yang dibeli tidak sesuai dengan proses bisnis dan sistem operasional perusahaan.

APKB membantu perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan IT Inventory yang telah dimiliki tanpa harus melakukan reinvestasi, melalui dukungan vendor terpercaya yang memahami kebutuhan operasional serta ketentuan Kawasan Berikat untuk memastikan sistem dapat diterapkan sesuai dengan proses bisnis, sistem operasional, struktur data, dan kebutuhan pengendalian perusahaan.

 

KATEGORI SISTEM

TINGKAT INTEGRASI IT INVENTORY

IT Inventory dapat diterapkan dalam beberapa bentuk berdasarkan tingkat integrasinya dengan Sistem Informasi Akuntansi perusahaan. 

01. KATEGORI A

Integrated System, dimana IT Inventory menjadi bagian dari Sistem Informasi Akuntansi dalam satu sistem yang terintegrasi.

02. KATEGORI B

Mirroring Database atau Interface, dimana IT Inventory dan SIA menggunakan sistem berbeda namun terhubung melalui basis data atau interface.

03. KATEGORI C

Standalone System, dimana IT Inventory dan Sistem Informasi Akuntansi berdiri sendiri serta belum terintegrasi.

 

IT Inventory yang berdaya guna merupakan sistem pengelolaan persediaan yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Akuntansi dan proses bisnis perusahaan untuk menghasilkan data yang Valid, Lengkap, Akurat, Real Time, dan Traceable (VALART).

01. PENCATATAN TRANSAKSI

Setiap pemasukan, pengeluaran, perpindahan, dan penggunaan barang dicatat berdasarkan kondisi serta pergerakan fisik yang sebenarnya.

02. KEANDALAN DATA

Data dikelola berdasarkan prinsip VALART, yaitu Valid, Lengkap, Akurat, Real Time, dan Traceable sehingga informasi persediaan dapat diandalkan.

03. INTEGRASI SISTEM

IT Inventory terhubung dengan Sistem Informasi Akuntansi dan proses bisnis sehingga transaksi barang dapat direkonsiliasi dengan transaksi keuangan.

04. TRACEABILITY

Asal, pergerakan, posisi, dan penggunaan barang dapat ditelusuri melalui kode barang, satuan, proses produksi, serta dokumen kepabeanan yang terkait.

05. PENGENDALIAN INTERNAL

Pelaksanaan didukung oleh SDM, SOP, otorisasi, audit trail, serta pengendalian internal yang memadai untuk menjaga konsistensi dan keandalan transaksi.

06. EVALUASI & EFISIENSI

Sistem dievaluasi secara berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan proses bisnis, mendukung perbaikan berkelanjutan, serta mengoptimalkan sistem yang telah dimiliki perusahaan.

 

 
 
PENGENDALIAN SISTEM

MENJAGA KEAMANAN DAN AKUNTABILITAS DATA

Sistem perlu didukung oleh pengendalian internal yang memastikan setiap aktivitas, perubahan data, serta kewenangan pengguna dapat dipertanggungjawabkan.

01. Hak Akses

Akses pengguna dibatasi berdasarkan fungsi, kewenangan, serta tanggung jawab masing-masing.

02. Otorisasi

Kewenangan perubahan data serta akses khusus diberikan secara terbatas dan terdokumentasi.

03. Audit Trail

Sistem mencatat aktivitas pengguna, waktu perubahan, serta data yang mengalami perubahan.

04. Backup Data

Data dicadangkan secara berkala untuk menjaga ketersediaan informasi apabila terjadi gangguan sistem.

05. Arsip Historis

Data historis disimpan secara memadai serta dapat diakses kembali ketika dibutuhkan untuk pemeriksaan atau audit.

06. Infrastruktur

Sistem didukung perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, serta SDM yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

 

 
 
PENGELOLAAN PERSEDIAAN

MENJAGA KESESUAIAN DATA DAN KONDISI FISIK

Pengelolaan persediaan harus mampu menjaga konsistensi antara saldo sistem, dokumen transaksi, proses produksi, serta kondisi fisik barang.

01. Stock Opname

Persediaan fisik diperiksa secara berkala dan dibandingkan dengan saldo yang tercatat dalam sistem.

02. Adjustment

Selisih persediaan ditindaklanjuti melalui mekanisme penyesuaian yang dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

03. Bill of Material

Sistem mendukung pengelolaan hubungan antara bahan baku, proses produksi, serta barang jadi.

04. Konsumsi Aktual

Penggunaan bahan baku aktual dapat dibandingkan dengan standar konversi atau Bill of Material yang ditetapkan.

05. Mutasi Barang

Sistem mencatat mutasi bahan baku, barang jadi, WIP, barang modal, reject, scrap, serta kategori barang lainnya.

06. Rekonsiliasi

Data sistem dapat dibandingkan dengan dokumen kepabeanan, transaksi internal, serta catatan keuangan perusahaan.

 

 
 
NILAI TAMBAH

PENGEMBANGAN IT INVENTORY

Setelah aspek utama terpenuhi, perusahaan dapat meningkatkan nilai tambah IT Inventory melalui integrasi teknologi serta penguatan fungsi pengelolaannya.

01. Host-to-Host

Integrasi dokumen kepabeanan secara elektronik untuk meningkatkan efisiensi serta konsistensi data.

02. QR Code atau Barcode

Pemanfaatan identifikasi digital untuk meningkatkan kecepatan pencatatan serta ketertelusuran barang.

03. Fungsi Pengelola

Penguatan fungsi atau tim khusus yang bertanggung jawab atas teknologi informasi serta pengelolaan IT Inventory perusahaan.

 

WUJUDKAN IT INVENTORY YANG BERDAYA GUNA

Optimalkan IT Inventory Perusahaan Tanpa Harus Reinvestasi

IT Inventory Solution membantu perusahaan mengoptimalkan sistem yang telah dimiliki agar mampu menghasilkan data yang valid, lengkap, akurat, real time, dan dapat ditelusuri serta mendukung pengelolaan Kawasan Berikat. Diskusikan bersama kami jika perusahaan Anda membutuhkan:

  • Analisa kondisi dan tingkat integrasi IT Inventory perusahaan
  • Identifikasi gap pada data, proses, sistem, dan pengendalian internal
  • Perbaikan keterhubungan IT Inventory dengan Sistem Informasi Akuntansi
  • Pendampingan pengembangan IT Inventory tanpa harus melakukan reinvestasi
Konsultasikan Kebutuhan Perusahaan

Sampaikan kondisi IT Inventory perusahaan Anda. Tim APKB akan membantu menentukan ruang lingkup pengembangan dan perbaikan yang sesuai untuk perusahaan.

Penawaran disusun berdasarkan ruang lingkup, kompleksitas, dan kebutuhan aktual perusahaan.